Imaji visual dalam fotografi
Nama: Muhammad Tauhid
NPM: 201946500280
Kelas : R4E
Tugas : Kajian Seni Rupa dan Desain
Imaji visual fotografi merupakan sebuah gambar diam yang bisa membawa pesan dan dengan mudah mengingatkan suatu peristiwa apa saja yang telah terjadi. Imaji visual fotografi merupakan media yang representatif kebenarannya yang dapat memindahkan imaji dan merekam suatu realitas dan apa adanya atas suatu objek dari suatu realitas peristiwa dan kejadian pada masa lalu dengan sangat sempurna. Dengan demikian, imaji visual fotografi digunakan sebagai salah satu media yang menyatakan kebenaran atau bukti, sebagai media untuk pengingat atau memori masa lalu dan sebagai penanda simbol historis yang kehadirannya merupakan otentisitas suatu kejadian atau peristiwa yang telah terjadi pada masa itu.
Imaji/citra/ image merupakan
kesan batin atau mental atau bayangan visual yang akan ditimbulkan oleh objek
atau figur. Dengan demikian, fotografi merupakan media yang menghadirkan
kembali imaji dan untuk menghadirkan kembali suatu realita. Menurut penulis,
imaji visual fotografi merupakan suatu proses merefleksi kenyataan melalui
representasi (merekam imaji) kenyataan dalam suatu karya yang berkat bentuk dan
isinya mempunyai daya untuk mendapatkan imaji yang akurat (benar dan tepat)
dari objek, dengan menggunakan reaksi kimia atau digital melalui tahapan objek
yang tersinari dan tercahayai masuk melewati susunan lensa, diafragma, dan
kecepatan di sebuah bidang dua dimensional yang peka cahaya dengan permukaan
yang sudah dipersiapkan secara kimiawi atau secara digital sehingga
menghasilkan suatu bentuk imaji visual permanen yang paling nyata. Imaji visual
fotografi merupakan media untuk merekam suatu kebenaran visual yang dapat
diterima oleh semua orang yang tidak pernah luntur oleh waktu dan dipelihara
oleh waktu yang diuji menjadi suatu rekaman sejarah masa lalu dalam satu arah
jarak tertentu dan dalam satu waktu tertentu, maka didapatlah imaji visual
fotografi diam. Imaji visual fotografi mempunyai kekuatan untuk mereproduksi
dan meniru alam semesta yang sedemikian sempurna sehingga tidak ada perbedaan
antara keadaan alam semesta dengan tiruan dari hasil rekaman visual fotografi.
Sifatnya sangat alami (natural) dan realistik/apa adanya. Jadi, momentum apa
pun yang tertangkap oleh lensa kamera melalui framing mata sang pemotret itulah
yang akan menjadi imaji visual fotografi.
Aspek manusia merupakan unsur
utama atas terciptanya karya fotografi. Aspek pembawaan manusia seperti
kejelian melihat, kepekaan rasa, kecerdasan, dan emosional pemotret merupakan
faktor penentu keberhasilan pembuatan foto yang bagus. Kejelian mata pemotret dalam
melihat objek dengan kepekaan rasanya (senses) dituntut teliti, serta dengan
sendirinya akan terfilter oleh pengalaman dan kecerdasan yang dimiliki. Objek
akan dianalisis melalui pengalaman dan kecerdasan (pengetahuan/kognitif,
perasaan/ afektif dan aktivitas/psikomotor) yang dimiliki dan perekam imaji
yang akan menentukan persepsi.
Faktual dan dapat menjadi sumber
inspirasi adalah kelebihan yang dimiliki oleh imaji visual fotografi, lengkap
dengan sentuhan visual estetis yang semakin membantu suatu foto lebih
berbicara. Makna dari imaji visual fotografi adalah komitmen pribadi sang
pemotretdalam muatannya dan merupakan representasi yang sangat personal, baik
landasan artistik, intelektual, dan teknik pendekatan dalam visualnya. Imaji
visual fotografi merekam ruang, waktu, dan potongan peristiwa, yang mengandung
arti. Makna dari imaji visual fotografi merupakan representasi yang sangat
personal, baik landasan artistik, intelektual, maupun teknik pendekatan
visualnya. Fotografi merupakan suatu proses pemotongan dalam suatu ruang yang
dapat menghidupkan waktu dalam suatu peristiwa. Sementara itu, saat proses
pengambilan gambar merupakan tindakan untuk mengabadikan imajinasi ke dalam
suatu objek. Makna yang terkandung dalam suatu karya foto dapat berbentuk penafsiran
dan penafsiran tersebut akan terus menghidupkan karya foto dengan pergeseran
makna simbol dalam suatu perjalanan.
Objek adalah material yang
dipakai untuk mengekspresikan gagasan. Objek dari suatu peristiwa yang terjadi
melalui proses penginderaan (sense perception) yang digunakan untuk melihat
yang menangkap dan merasakan (senses) gejala objek yang terdapat di hadapannya
sehingga pikiran imajinasinya secara langsung tertuju ke objek itu sambil
membayangkan untuk dijadikan sebagai persepsi. Kejadian yang terjadi memiliki
daya tarik artistik visual yang selalu indah untuk di dalam bingkai mata
perekam imaji visual melalui mata lensa kamera. Peristiwa yang ditangkap oleh
mata melalui celah jendela pembidik kamera akan membutuhkan presepsi atau tanggapan
yang berbeda di setiap imaji pemotret. Setiap orang yang melakukan perekaman
imaji visual fotografi memiliki latar belakang, pengalaman, daya pikir, dan
inteligensi yang berbeda.
Kreativitas dalam pengambilan
gambar untuk mempersepsikan objek yang akan direkam sama artinya dengan
pengambilan imaji dengan cara si pemotret yang selalu berpikir dan
menerjemahkan kejadian ke dalam bahasa fotografi dan selalu berbeda daya
pikirnya untuk setiap pemotret dalam menangkap objek. Dengan demikian, setiap
objek atau peristiwa bagi si pemotret mempunyai beragam persepsi sehingga telah
terbukti bahwa dalam dunia fotografi tidak dikenal penjiplakan, kecuali perihal
reproduksi. Fenomena kehidupan manusia memiliki daya tarik artistik visual yang
selalu menarik untuk mem-framing mata si pemotret melalui mata lensa kamera.
Kemudian melalui jendela pembidik dalam kamera akan membuahkan suatu persepsi
atau tanggapan yang berbeda di setiap imaji si pemotret.
pengalaman, daya pikir, dan
inteligensi. Faktor tersebut menentukan hasil dalam proses merekam suatu
kejadian di samping kualitas skill, seperti kecakapan, kepandaian, dan
keterampilan teknis. Pemotret yang sudah berpengalaman dan profesional dalam
mengabadikan fenomena alam dan manusia dalam merekan imaji visual fotografi,
pasti mempunyai skill dalam penciptaan karya fotografinya tidak perlu diragukan
hasilnya. Penciptaan imaji visual fotografi yang baik diperlukan kemahiran,
keterampilan dan pengetahuan teknis yang baik, kecermatan pengamatan, kepekaan
akan keindahan seni (sense of art), ketajaman naluri, pengalaman, dan
kecerdasan. Keberhasilan seorang yang mereka imaji visual fotografi dapat
dilihat dari cara mengombinasikan dan mengaplikasikan semua faktor tersebut.
Imaji visual fotografi akan menjadi baik bila di dalamnya terdapat aspek
teknikal, ideasional, dan makna atau pesan.
Fotografi sebagai fungsi
pemahaman manusia tentang realitas visual yang berperan sebagai mediator mampu
menyampaikan dan mengomunikasikan kebenaran dan realitas visual. Realitas
visual fotografi memandang dunia tanpa ilusi apa adanya tanpa menambah atau
mengurangi objek. Ini merupakan seni konkret yang menggambarkan sesuatu yang
ada dan nyata atau hanya menggambarkan penyerapan panca indera saja (khususnya
mata) dengan meninggalkan fantasi dan imajinasinya. Berbagai macam visual imaji
fotografi yang memenuhi imaji di mata akan dianalisis melalui kecerdasan
(belahan otak kiri) dan pengalaman (belahan otak kanan) yang dimiliki dan
perekam imaji yang akan menentukan persepsi. Munculnya suatu imaji dalam mata
menjadi sangat besar fungsinya karena memunculkan suatu imaji yang konkret maka
dibutuhkan indera mata berupa imaji dengan memori. Untuk memunculkan imaji,
imajinasi harus memadukan sensasi persepsi dan memori. Dengan demikian,
hasil-hasil dari proses imajiimaji visual fotografi tersebut dire-konstruksi
menjadi suatu karya imajinasi vusual fotografi. Makhluk hidup di alam semesta
ini hanya manusia yang memiliki daya imajinasi sehingga imaji merupakan faktor
penting dalam gambaran suatu proses imajinasi. Imajinasi merupakan proses
membentuk gambaran tertentu yang terjadi secara mental (gambaran tersebut tidak
berada dalam visual/tampak oleh mata dan tekstual/terasa serta terasa oleh
tangan dan kulit). Imajinasi adalah kemampuan dari pikiran (mind) untuk
membangun gambaran mental, objek, atau kejadian yang tidak terjadi, atau tidak
pernah hadir pada masa lalu. Daya ingat (memori) adalah manifestasi aktual dari
imajinasi dan setiap orang memiliki kemampuan berimajinasi berbeda.
Kesimpulan
Comments
Post a Comment